Pernahkah dirimu terbayang aku?
Jika sekali saja dirimu terbayang untuk melihat ke arahku dibelakang sini,
ku yakini waktu pun turut berhenti agar aku dapat menikmati rupa wajahmu yang selalu aku sebut sebagai sempurna.
Jika sekali saja dirimu terbayang berlari ke arah ku seperti waktu itu,
ku yakini alam pun akan bergemuruh diikuti hujan yang ikut serta turun menemani penantianku.
Jika sekali saja dirimu terbayang menarik erat diriku dalam dekapanmu,
ku yakini semesta pun akan luruh bersamaan dengan jiwa ku yang kembali menyerahkan seluruhnya padamu.
Pada setiap bait ini aku bertanya pada dirimu,
pernahkah sekali saja dirimu terbayang aku?
pernahkah sekali saja aku berada dalam ingatmu yang entah mengembara kemana itu?
pernahkah sekali saja aku berada pada pinta mu kepada sang pemilik segala?
pernahkan ada aku dalam setiap tenang mu itu?
bukan pada tiap tiap riuh dan gelisah mu, bukan.
tapi pada tenang dan senang mu,
pernahkah ada aku?
Komentar
Posting Komentar