Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2025

Ingin dibawa kemana harapku?

  J ujurlah padaku,  jika aku menantimu sekali lagi disini, apakah harapku akan pulang pada pelukanku? Katakan padaku,  sebenarnya kemana kau bawa harap yang tak kunjung kembali itu. sejauh apa kau membawanya hingga ia tak pernah kembali pada penantianku. Jawablah ragu ku, apakah pernah dirimu memeluk harapku itu? apakah pernah dirimu melihat barang sekali saja pada harapku? Jika dirimu sekali saja berbaik hati melihat ke dalam mataku, maka aku pastikan tak akan ada kalimat yang bisa mengutarakan harapku, akan ku pastikan pula dirimu menangis bertekuk lutut meminta pengampunanku. akan ku pastikan bahwa untuk berbahagia saja pun dirimu tak mampu karna teringat aku. Oleh karena itu, aku akan bertanya sesuai mampuku, apakah harapku akan pulang pada pelukanku?

Pernahkah dirimu terbayang aku?

J ika sekali saja dirimu terbayang untuk melihat ke arahku dibelakang sini, ku yakini waktu pun turut berhenti agar aku dapat menikmati rupa wajahmu yang selalu aku sebut sebagai sempurna. Jika sekali saja dirimu terbayang berlari ke arah ku seperti waktu itu, ku yakini alam pun akan bergemuruh diikuti hujan yang ikut serta turun menemani penantianku. Jika sekali saja dirimu terbayang menarik erat diriku dalam dekapanmu, ku yakini semesta pun akan luruh bersamaan dengan jiwa ku yang kembali menyerahkan seluruhnya padamu. Pada setiap bait ini aku bertanya pada dirimu, pernahkah sekali saja dirimu terbayang aku? pernahkah sekali saja aku berada dalam ingatmu yang entah mengembara kemana itu? pernahkah sekali saja aku berada pada pinta mu kepada sang pemilik segala? pernahkan ada aku dalam setiap tenang mu itu? bukan pada tiap tiap riuh dan gelisah mu, bukan. tapi pada tenang dan senang mu, pernahkah ada aku?